Jumat, 11 Juni 2010

PUISI KEGELAPAN

Malam, gelap dingin mencekam
Kesepian seakan ingin berontak
Bayangan, merah dia t’lah datang
Bertahan menancap keras di dada

T’lah habis semua minuman
Dan ku suka dengar suara botol pecah
Hilanglah, semua teman tercinta
Tinggalkan ku dengan hati yang patah

Aku tertawa
Setan pun tersenyum
Apa yang telah ku lakukan
Terlambat, tanganku t’lah berlumur darah
Hampir saja, berakhir nafas hidupku

Ku bersumpah, ‘tuk menjadi lebih baik
Tapi ruang dan waktu tak membantu
Ku hembus, asap rokok terakhir
Api ini tak akan pernah padam

Tekatku kuat ku berlari
berlari dari semua setan itu
Berharap inilah saat ‘tuk mengucap
S’lamat, tinggal kekecewaan
Tapi hati ini masih tak yakin

Persetan dengan kepalsuan
Persetan dengan kemurnian
Ku sadari semua, dalam hidup ini,
kau hanya dapatkan apa yang ‘kan engkau berikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar